| Kekuatan dan Belas Kasih dalam Islam.
Kecenderungan ke arah kekuatan dan kekerasan telah menjadi ciri-ciri umum syariat Yahudi. Sedangkan cirri-ciri ajaran Nasrani adalah kecondongannya kepada belas kasih dan perdamaian. Namun, kehidupan ini tidak dapat teratur kecuali dengan menggunakan keduanya sekaligus. Islam datang dengan kekuatan saat diharuskan, dan dengan rahmat saat diperlukan. Oleh karena itu, Allah mensifatkan dzat-Nya dengan kekuatan dan kasih sayang Seperti dalam firman-Nya :
“…Dan adalah Allah Maha kuat, Maha perkasa.” (QS. Al Ahzab : 25)
“…Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yagn beriman.” (QS. Al Ahzab : 43)
Allah juga menyeru kepada Rasulullah untuk berbelas kasih, lemah lembut, dan bermusyawarah. Sebagaimana firman-Nya :
“Maka disebabkan rahmat adri Allah-laj kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka. Mohonkanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu….” (QS. Ali Imran : 159)
Ajaran belas kasih dan ketegasan itu juga tersirat dalam firman Allah :
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran : 104)
Da’wah harus dilaksanakan dengan kasih saying, lemah lembut, dan bukan dengan kekerasan atau paksaan, sebagaimana firman Allah :
“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat..” (QS. Al Baqarah : 256)
“Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..” (QS. An Nahl : 125)
Rahmat dan kasih sayang adalah jiwa dan inti ajaran Islam. Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya ketika kondisi uma tislam dalam keadaan terjepit, dalam keadaan bahaya dan teraniaya, maka sikap tegas dank eras harus diambil. Seorang muslim tetap dituntut untuk selalu berkasih sayang kepada kaumnya, kerabatnya, tetangganya, bahkan kepada ahlul kitab, selama mereka tidak menampakkan sikap permusuhan terhadap kaum muslimin. Namun, bula mereka berusaha untuk menyerang dan memusuhi, maka ayat berikut ini adalah sebaik-baik pedoman :
“Muhammad itu adalah utusan Allahdan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al Fath : 29)
Islam membenci kelemahan, kehinaan dan kekerdilan diri. Islam selalu menyerukan belas kasih yang terhormat dan mulia, yang tidak mengarahkan umat islam kepada kehinaan dan kerendahan. Islam mengajak umatnya untuk hidup sebagai seorang tuan yang merdeka tanpa kehinaan sedikitpun. Kalau belum memungkinkan, maka wajiblah berhijrah untuk menghimpun kekuatan agar dapat mencapai kemenangan, seperti apa yang dilakukan kaum muslimin yang terdahulu, yaitu berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), kemudian ke Madinah. Mereka berjuang menyiapkan kekuatan untuk mencapai kemenangan, sehingga mereka kemudian dapat menaklukkan kota Mekkah. Ayat-ayat berikut ini memberikan penjelasan di sekitar masalah hijrah :
“…(kepada mereka) malaikat bertanya.’Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?’ Mereka menjawab, ‘ Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).’ Para malaikat berkata,’Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu..? (QS. An Nisa : 97)
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah memerintahkan umat Islam untuk selalu menyiapkan dan menyusun kekuatan. Allah berfirman :
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu..” (QS. Al Anfal : 60)
Rasulullah juga sealu mendorong tiap muslim untuk menghimpun kekuatan. Sebagaimana sabdanya :
“Orang muslim yang kuat adalah lebih baik dalam pandangan Allah dari apda muslim yang lemah.. “
Demikianlah, Islam dating dengan membawa ajaran keseimbangan, mengajak dengan belas kasih, namun tidak menafikan kekuatan. Seruan Al Qur’an itulah yang telah menggelorakan semangat perjuangan ummat Islam sepanjang zaman. Karena itu, Gladstone, seorang tokoh orientalis terkemuka, berkata kepada rakyat Inggris, “Kalian tidak akan mampu menjajah umat Islam selama Al Qur’an masih menjadi pegangan mereka. Memerangi Al Qur’an dan menjauhkannya serta menghapus ajaran-ajarannya dari hati kaum muslimin, adalah sebaik-baik taktik dan strategi.”
Namun, apapun yang merkea usahakan untuk menghilangkan atau menghapus ajaran Al Qur’an. Tidak akan berhasil, karena Allah telah berjanji untuk menjaganya. Sebagaimana firman Allah :
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. AL Hijr : 9)
Demikianlah, bukti bahwa Islam adalah agama yang membawa kedua unsure sekaligus, yaitu kelembutan dan ketegasan.
Sekarang kita kembali kepada diri kita, sudahkah kita menjadi seorang hamba yang sebagaimana Islam ajarkan ? yagn bersikap lemah lembut kepada saudara2 kita sesama muslim dan sekaligus bisa bertindak tegas kepada musuh-musuh Islam yang merongrong aqidah kita?
Subhanakallahuma wabihamdika asyhaduanla ilahailla anta Astagfiruka wa’atubuilaika.
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokaatuh.
Mohon maaf bila khilaf… Mohon nasehat bila tersesat….
|