| Kekuatan dan Belas Kasih dalam Islam.
Kecenderungan ke arah kekuatan dan kekerasan telah menjadi ciri-ciri umum syariat Yahudi. Sedangkan cirri-ciri ajaran Nasrani adalah kecondongannya kepada belas kasih dan perdamaian. Namun, kehidupan ini tidak dapat teratur kecuali dengan menggunakan keduanya sekaligus. Islam datang dengan kekuatan saat diharuskan, dan dengan rahmat saat diperlukan. Oleh karena itu, Allah mensifatkan dzat-Nya dengan kekuatan dan kasih sayang Seperti dalam firman-Nya :
“…Dan adalah Allah Maha kuat, Maha perkasa.” (QS. Al Ahzab : 25)
“…Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yagn beriman.” (QS. Al Ahzab : 43)
Allah juga menyeru kepada Rasulullah untuk berbelas kasih, lemah lembut, dan bermusyawarah. Sebagaimana firman-Nya :
“Maka disebabkan rahmat adri Allah-laj kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka. Mohonkanlah ampun bagi mereka. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu….” (QS. Ali Imran : 159)
Ajaran belas kasih dan ketegasan itu juga tersirat dalam firman Allah :
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran : 104)
Da’wah harus dilaksanakan dengan kasih saying, lemah lembut, dan bukan dengan kekerasan atau paksaan, sebagaimana firman Allah :
“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat..” (QS. Al Baqarah : 256)
“Serulah manusia kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik..” (QS. An Nahl : 125)
Rahmat dan kasih sayang adalah jiwa dan inti ajaran Islam. Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya ketika kondisi uma tislam dalam keadaan terjepit, dalam keadaan bahaya dan teraniaya, maka sikap tegas dank eras harus diambil. Seorang muslim tetap dituntut untuk selalu berkasih sayang kepada kaumnya, kerabatnya, tetangganya, bahkan kepada ahlul kitab, selama mereka tidak menampakkan sikap permusuhan terhadap kaum muslimin. Namun, bula mereka berusaha untuk menyerang dan memusuhi, maka ayat berikut ini adalah sebaik-baik pedoman :
“Muhammad itu adalah utusan Allahdan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al Fath : 29)
Islam membenci kelemahan, kehinaan dan kekerdilan diri. Islam selalu menyerukan belas kasih yang terhormat dan mulia, yang tidak mengarahkan umat islam kepada kehinaan dan kerendahan. Islam mengajak umatnya untuk hidup sebagai seorang tuan yang merdeka tanpa kehinaan sedikitpun. Kalau belum memungkinkan, maka wajiblah berhijrah untuk menghimpun kekuatan agar dapat mencapai kemenangan, seperti apa yang dilakukan kaum muslimin yang terdahulu, yaitu berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), kemudian ke Madinah. Mereka berjuang menyiapkan kekuatan untuk mencapai kemenangan, sehingga mereka kemudian dapat menaklukkan kota Mekkah. Ayat-ayat berikut ini memberikan penjelasan di sekitar masalah hijrah :
“…(kepada mereka) malaikat bertanya.’Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?’ Mereka menjawab, ‘ Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).’ Para malaikat berkata,’Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu..? (QS. An Nisa : 97)
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah memerintahkan umat Islam untuk selalu menyiapkan dan menyusun kekuatan. Allah berfirman :
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu..” (QS. Al Anfal : 60)
Rasulullah juga sealu mendorong tiap muslim untuk menghimpun kekuatan. Sebagaimana sabdanya :
“Orang muslim yang kuat adalah lebih baik dalam pandangan Allah dari apda muslim yang lemah.. “
Demikianlah, Islam dating dengan membawa ajaran keseimbangan, mengajak dengan belas kasih, namun tidak menafikan kekuatan. Seruan Al Qur’an itulah yang telah menggelorakan semangat perjuangan ummat Islam sepanjang zaman. Karena itu, Gladstone, seorang tokoh orientalis terkemuka, berkata kepada rakyat Inggris, “Kalian tidak akan mampu menjajah umat Islam selama Al Qur’an masih menjadi pegangan mereka. Memerangi Al Qur’an dan menjauhkannya serta menghapus ajaran-ajarannya dari hati kaum muslimin, adalah sebaik-baik taktik dan strategi.”
Namun, apapun yang merkea usahakan untuk menghilangkan atau menghapus ajaran Al Qur’an. Tidak akan berhasil, karena Allah telah berjanji untuk menjaganya. Sebagaimana firman Allah :
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. AL Hijr : 9)
Demikianlah, bukti bahwa Islam adalah agama yang membawa kedua unsure sekaligus, yaitu kelembutan dan ketegasan.
Sekarang kita kembali kepada diri kita, sudahkah kita menjadi seorang hamba yang sebagaimana Islam ajarkan ? yagn bersikap lemah lembut kepada saudara2 kita sesama muslim dan sekaligus bisa bertindak tegas kepada musuh-musuh Islam yang merongrong aqidah kita?
Subhanakallahuma wabihamdika asyhaduanla ilahailla anta Astagfiruka wa’atubuilaika.
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokaatuh.
Mohon maaf bila khilaf… Mohon nasehat bila tersesat….
|
| Robbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumma kamaa robbayaanii shoghiiroo "Yaa Allah yaa Rabb, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil." Ya Allah, Rendahkanlah suaraku bagi mereka, Perindahlah ucapanku di depan mereka. Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka. Ya Allah, Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku, Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku. Ya Allah, Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan, atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku, jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka, Meningginya kedudukan mereka dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda. Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku, Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih. **** Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita. Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita. Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya. Istighfar, istighfarlah Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orangtuanya. Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya. Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini. Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya. Astaghfirullahal Adhiim Astaghfirullahal Adhiim Sumber : http://nchiedive.multiply.comterimakasih 'nchie.. |
| Bumiayu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Bumiayu merupakan pusat aktivitas masyarakat di bagian selatan Kabupaten Brebes seperti Tonjong, Sirampog, Bantarkawung, Salem, dan Paguyangan. Kecamatan ini berada di daerah dataran tinggi, dan dilalui jalur transportasi utama Tegal-Purwokerto, serta jalur kereta api Jakarta-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya.
Di Bumiayu terdapat Pasar Wage, yaitu pasar yang hanya buka setiap lima hari sekali menurut hari pasaran Kalender Jawa. Di kota Bumiayu, sebagian besar masyarakat Bumiayu memiliki mata pencaharian sebagai pedagang. Kawasan perdagangan kota Bumiayu yang membentang dari Talok hingga Jatisawit. Pasar di Bumiayu adalah Pasar Talok, Pasar Bumiayu, Pasar Majapahit, dan Pasar Jatisawit.
Untuk mengurangi kemacetan di kota Bumiayu, Pemerintah Kabupaten Brebes membangun jalan Lingkar Selatan, yang dibangun di sebelah timur wilayah perkotaan Bumiayu. Jalan tersebut terbentang mulai dari Talok hingga Pagojengan Kecamatan Paguyangan. Daftar isi [sembunyikan]
* 1 Peta Bumiayu * 2 Desa/kelurahan * 3 Pariwisata * 4 Pendidikan * 5 Wacana pembentukan Kabupaten Bumiayu * 6 Lain-lain * 7 Pranala luar
[sunting] Peta Bumiayu
[sunting] Desa/kelurahan
1. Adisana 2. Bumiayu 3. Dukuhturi 4. Jatisawit 5. Kalierang 6. Kalilangkap 7. Kalinusu 8. Kalisumur 9. Kaliwadas 10. Langkap 11. Laren 12. Negaradaha 13. Pamijen 14. Panggarutan 15. Pruwatan
[sunting] Pariwisata
Beberapa tampat wisata di Bumiayu diantaranya: Telaga Ranjeng dan Goa Jepang.Pemandian air panas Paku Jati dan Buaran.
[sunting] Pendidikan
Bagi wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, Bumiayu merupakan pusat pendidikan. Ditingkat SLTA, terdapat SMAN 1 Bumiayu, SMA BU NU, SMA Islam, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, SMA Diponegoro, SMK Al-Hikmah, SMK Al-Huda, MA Al-Hikmah 2, dan SMA An-Nurriyah.
Bumiayu juga terdapat sejumlah pondok pesantren seperti Pondok Pesantren An-Nurriyah dan Pondok Pesantren Shofwatussu'ada di Krajan, Bumiayu.Pondok pesantren Darunnajah Tegal Munding Pruwatan dan masih banyak lagi.
[sunting] Wacana pembentukan Kabupaten Bumiayu
Saat ini tengah berkembang wacana pembentukan Kabupaten Bumiayu, lepas dari Kabupaten Brebes. Secara geografis, kawasan selatan Kabupaten Brebes cukup jauh dari ibukota kabupaten. Secara kultural pun, dialek Bumiayu cukup berbeda dengan dialek Tegal yang dituturkan di bagian utara Kabupaten Brebes. Bahkan sebagian masyarakat asli menganggap dirinya kelahiran "Bumiayu" ketimbang "Kabupaten Brebes".
[sunting] Lain-lain
Pada waktu zaman revolusi tahun 1950-an, Bumiayu dikenal sebagai pusat/markas TNI-AD untuk menumpas pemberontakan DI/TII yang ada di daerah Kecamatan Salem.
Tokoh terkenal dari wilayah ini ialah Yahya Ahmad Muhaimin (mantan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia). |
| Jakarta - Pemerintahan SBY-JK dinilai telah mengkhianati rakyat dengan menaikkan harga BBM sebelum mencoba alternatif lain. Padahal mereka telah berjanji menaikkan harga BBM adalah cara yang terakhir. "Kami bertanya, apakah ada upaya lain? Tidak ada," kata Yuddy Chrisnandi yang menjadi koordinator Koalisi Muda Parlemen Indonesia dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (9/5/2008). Dengan menaikkan harga BBM, lanjut Yuddy, pemerintah telah tega mengorbankan rakyatnya sendiri. Padahal masih banyak cara yang dapat ditempuh pemerintah sebelum menaikkan harga BBM. "Kami atas nama penderitaan rakyat meminta SBY-JK tidak mencalonkan diri lagi dan jangan satu pun menterinya kembali duduk di pemerintahan mendatang," pungkasnya. ( ary / ary ) Sumber : http://detik.massaint.com |
| Andy Noya Mundur dari Metro TV Gara-gara Rhenald Kasali Surabaya - Ada rahasia yang mungkin belum banyak orang yang tahu mengenai mundurnya Andi F Noya sebagai pimred Metro TV. Andy Noya mundur dari jabatannya karena Rhenald Kasali. Lho? Ya. Mundurnya pria kribo yang terkenal dengan program Kick Andy ini karena terinspirasi buku-buku Rhenald Kasali. Dalam buku itu dipaparkan masih banyak kemungkinan 'keju' yang masih tersedia di luar 'keju' yang kita nikmati saat ini. Keju adalah perumpamaan dari rejeki. Artinya masih banyak potensi-potensi rejeki yang belum kita lihat dari pandangan kita. Rahasia itu diungkapkan Andy saat menjadi host dalam seminar sehari Survival Guide for Working Women di Hotel JW Marriott, Jalan Embong Malang, Jumat (9/5/2008). "Saya mundur gara-gara buku Anda. Sesaat setelah membaca buku itu, saya masih mikir-mikir. Tapi ternyata saya bisa," ucap Andy kepada Rhenald yang langsung disambut gerr puluhan peserta seminar. Pria yang kini jadi konsultan media itu menambahkan memang semakin besar diri kita, maka semakin kecil kolam yang jadi tempat berkarir saat ini. Karena itu diperlukan kolam yang lebih besar. ( fat / ary ) Sumber : http://detik.massaint.com |
| * Banyumas Semakin Kering Purwokerto, Kompas - Sebagian warga Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah, sudah mengalami kesulitan air. Pemerintah dua kabupaten tersebut, Selasa (8/7), mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Koordinasi Lintas (Bakorlin) Kabupaten/Kota Wilayah III Eks Karesidenan Banyumas- Pekalongan. Bambang Mardiyanto, Kepala Bidang Kerja Sama Antarlembaga Bakorlin III Eks Karesidenan Banyumas-Pekalongan, seusai mengikuti rapat koordinasi antisipasi bencana kekeringan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cilacap melaporkan saat ini terdapat 44 desa di delapan kecamatan yang menderita kekurangan air bersih. Di antaranya, desa di Kecamatan Patimuan, Kedungreja, dan Kawunganten. "Selain Cilacap, Kabupaten Banjarnegara juga membutuhkan bantuan mendesak. Tetapi, bantuan baru akan dapat dikirimkan mulai minggu depan. Saat ini mereka tengah mendata desa yang sudah mengalami kesulitan air bersih," ujar Bambang. Ia menjelaskan, pihaknya akan mengirim dua mobil tangki ke Kabupaten Cilacap mulai Rabu ini. Diharapkan, satu mobil tangki dapat menyuplai delapan tangki air bersih sebanyak 64.000 liter (satu tangki setara dengan 8.000 liter air). "Kami harapkan setiap mobil tangki dapat beroperasi empat rit. Mengenai teknis pengambilan dan distribusi air bersih, kami serahkan kepada masing-masing kabupaten," ujarnya. Bambang mengatakan, pemberian bantuan air bersih diprioritaskan untuk daerah yang sangat membutuhkan. Pasalnya, anggaran untuk penanganan bencana kekeringan khususnya mengenai air bersih tahun 2003 hanya Rp 248 juta. Anggaran tersebut sudah meliputi pengadaan air bersih senilai Rp 67,2 juta, dana operasional seperti perawatan enam unit mobil tangki dan satu unit pemadam kebakaran, menggaji sopir, dan lain sebagainya. Semakin mengering Di Banyumas, kondisi ratusan mata air di Kabupaten Banyumas kini semakin memprihatinkan. Data akhir Mei 2003 lalu menyebutkan, sebanyak 2.103 mata air atau 70 persen dari 3.005 mata air rusak dan berubah menjadi mata air tadah hujan. Pada awal Juli 2003, jumlah mata air yang kering kerontang dan debit airnya menurun semakin bertambah. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyumas Wisnu Herwianto mengatakan, pihaknya memerlukan waktu sedikitnya enam tahun untuk menormalisasi ribuan mata air tersebut. Normalisasi dilakukan dengan menghijaukan kembali lahan di sekitar mata air dalam radius 200 meter. Reboisasi ini dilakukan secara bertahap karena anggaran pemkab terbatas. Untuk tahun 2004, Dinas Kehutanan dan Perkebunan memproyeksikan penghijauan pada sekitar 125 mata air yang tersebar di Banyumas. Normalisasi hanya diprioritaskan untuk mata air vital atau mata air yang menjadi sumber penghidupan warga di sekitar mata air. Selain masalah dana, jelas Wisnu, upaya normalisasi mata air berbenturan dengan kepentingan pemilik lahan yang umumnya berprofesi sebagai petani. Mereka tidak begitu menyukai tanaman kayu-kayuan karena tidak dapat dipanen dengan cepat. Umumnya petani menanami lahan tersebut dengan pohon yang bisa cepat panen. "Inilah kendala terberat yang dihadapi Dinas Kehutanan. Masyarakat masih sulit untuk diajak berpikir jangka panjang. Padahal, apabila program reboisasi ini gagal, enam tahun mendatang Purwokerto akan kekurangan air," ujar Wisnu. Dikatakan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak memiliki kewenangan untuk melarang pemilik lahan menanam pohon yang cepat panen. Pelarangan itu, jelasnya, mensyaratkan pemberian kompensasi yang memadai. (ANA) Sumber : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0307/09/daerah/417127.htm |
| JAKARTA - Maraknya kembali ranjau paku di banyak wilayah Jakarta, Satlantas Polda Metro Jaya pagi ini, Sabtu (26/4/2008), melakukan patroli dengan menyisir banyak lokasi yang sering terdapat ranjau paku.
Berdasarkan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, dari 5 wilayah di DKI, berikut sejumlah ruas jalan yang perlu diwaspadai.
1. Jakarta Pusat
* Jalan Majapahit (Dari Tanah Abang menuju Harmoni). * Jalan Tugu Tani dari arah Kebon sirih menuju Senen * Senen menuju Merdeka Selatan (Kedubes Amerika Serikat) * Putaran Kedubes Amerika Serikat.
2. Jakarta Utara.
* Jalan Perintis Kemerdekaan arah Pulogadung . * Jalan Yos Sudarso dari Cempaka Putih menuju Tanjung Priok * Jalan Enggano dari Terminal bus Tanjung Priok menuju Pos 8.
3. Jakarta Barat.
* Jalan S Parman dari RS Harapan Kita menuju lampu merah Slipi (Termasuk Fly Over Slipi) * Dari lampu merah Slipi ke arah Tomang. * Jembatan layang Pesing di kedua arah.
4. Jakarta Selatan.
* Fly Over Permata Hijau menuju Pondok Indah (Depan Masjid Istiqomah). * Dari Pondok Indah ke arah lampu merah Kostrad. * Jalan Prof Satrio yakni Mal Ambassador ke arah Jalan Casablanca. * Terowongan Casablanca ke arah Mal Ambassador. * Jalan Gatot Subroto dari depan Bank Mandiri sebelum Polda Metro Jaya sampai Semanggi. * Jalan Gatot Subroto,Semanggi hingga ke perempatan lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya. * Silkar Kebayoran Lama menuju Pakubuwono * Jalan Fatmawati arah Trakindo. * Jalan Layang Jagakarsa arah Ranco * Jalan Buncit raya arah Mampang di kedua arah * Jalan Kemang atas arah Blok O. * Jalan TB Simatupang (Terutama dekat Fly Over Lenteng Agung dan ke arah Pasar Minggu). * Dari Menara Saidah ke arah perempatan Kuningan Jalan MT Haryono (Terutama perempatan Patung Pancoran dan Fly Over Pancoran)
5. Jakarta Timur.
* Jembatan layang Klender dari arah Pondok Bambu arah Pulo gadung (Jalan Pahlawan Revolusi). * Jalan MT Haryono Cawang arah ke Baypass di kedua arahnya setelah layang Cawang. * Jalan Pramuka di kedua arah. * Jalan Perintis Kemerdekaan dari arah Pulogadung menuju Cempaka Putih.
TMC meminta Partisipasi dari Masyarakat yang menjadi korban atau menemukan pelaku penebar ranjau paku yang sedang menjalankan aksinya dengan menghubungi TMC di nomor 021-527 6001 atau SMS 1717. TMC langsung menerjunkan petugas Polantas untuk menangkap pelaku penebar paku tersebut.(hri) |
| Kalau komputer kamu dalam keadaan terkoneksi dengan internet kemudia timbul pesan peringatan tentang validasi keaslian Windows yang kamu gunakan, jangan pusing or takut, karena fitur itu adalah Windows Genuine Advantage, yang biasa disingkat WGA. Untuk menghilangkan peringatan WGA yang biasanya timbul di pojok kanan bawah pada system tray Windows, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Buka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del 2. Matikan proses yang bernama " wgatray.exe " 3. Restart/reboot komputer dan masuklah ke dalam safe mode 4. Pada safe mode, buka registry editor atau regedit melalui menu Run. Ketik regedit kemudian enter 5. Pada regedit, carilah : HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\microsoft\windowsNT\CurrentVersion\WinlogonNotify, kemudian hapus folder "WINLOGON" 6. Restart kembali komputer seperti biasa..... Semoga membantu Sumber: http://mjieschool.multiply.com |
| 25/03/2008 00:32
Ratusan warga Pemalang mengalami keracunan setelah memakan nasi dalam sebuah acara pengajian. Sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Brebes berunjuk rasa mendesak Bupati Indra Kusuma meminta maaf.
24/03/2008 07:22 Kasus Kecelakaan Bus Terguling di Losari, Dua Tewas Dua orang tewas dan tujuh lainnya terluka saat Bus Karina yang mereka tumpangi terguling di kawasan Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jateng. Diduga sang sopir mengantuk dan tidak bisa menguasai kemudi.
24/03/2008 05:48 Liburan Pantura Dijaga untuk Menghindari Kecelakaan Jalur Pantura tepatnya di Tegal hingga perbatasan Brebes macet hingga belasan kilometer. Untuk mencegah kemacetan yang lebih parah polisi meminta kendaraan-kendaraan berhenti sejenak hingga situasi lalu lintas mencair.
02/03/2008 06:24 Pendidikan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Madrasah Ratusan pelajar SD Cibuniwangi 01 di Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jateng, terpaksa belajar di bekas kantor balai desa dan madrasah karena gedung sekolah mereka rusak. Sebuah ruangan bahkan rata dengan tanah.
26/02/2008 15:14 Flu Burung Ratusan Unggas di Brebes Dimusnahkan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jateng memusnahkan ratusan unggas di Brebes menyusul ditemukannya lebih dari 70 ekor ayam yang mati mendadak. Langkah serupa juga diterapkan Dinas Peternakan dan Perikanan Wonosobo, Jateng.
23/02/2008 18:06 Kasus Kecelakaan Empat Tewas Ditabrak Truk Gandeng Sebuah truk gandeng bermuatan keramik menabrak becak, sepeda motor, serta rumah warga di Brebes. Empat pengendara sepeda motor tewas seketika, sementara dua rumah warga porak-poranda.
18/02/2008 13:01 Banjir Jalur Pantura Timur Masih Lumpuh Jalur pantura bagian timur, Jawa Tengah, hingga kini masih lumpuh. Di beberapa ruas antara Kota Pati dan Rembang, kemacetan pun kian parah, bahkan sepanjang 30 kilometer. Selain menghambat arus kendaraan, banjir juga mengakibatkan pasokan bawang merah dari Brebes ke Jatim terganggu.
17/02/2008 08:01 Kecelakaan Kapal Tujuh Nelayan Indramayu Hilang di Losari Tujuh nelayan hilang saat melaut di perairan Losari, Brebes, Jateng. Tim SAR menemukan bangkai perahu sekitar 20 mil dari garis pantai. Namun, bangkai perahu dan ketujuh korban belum berhasil dievakuasi.
06/02/2008 18:27 Longsor Tujuh Korban Longsor di Brebes Ditemukan Tujuh korban tewas akibat tertimpa longsor di Desa Sindangwangi, Bantarkawung, Brebes, Jateng, berhasil ditemukan. Saat ini, sebagian warga memilih mengungsi ke tempat saudara karena khawatir akan terjadi longsor susulan.
06/02/2008 10:13 Longsor Brebes Longsor, Tujuh Orang Tertimbun Luruhan tanah menimbun enam rumah berpenghuni di Dusun Maranggen, Desa Sindangwangi, Bantarkawung, Brebes, Jateng. Dua orang ditemukan tewas dan lima lainnya belum ditemukan.
|
| 23/03/2008 08:28 Melancong Yuk Liputan6.com, Makassar: Makassar tak hanya identik dengan coto makassar dan wisata pantai. Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan ini menyimpan bangunan bersejarah yang dijadikan objek wisata. Salah satunya Benteng Fort Rotterdam di Kecamatan Wajo atau sebelah barat Makassar. Benteng peninggalan kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X Tunipallangga Ulewe. Model benteng berbahan dasar tanah liat itu menyerupai benteng di Eropa abad ke-16 dan 17. Semasa VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) berkuasa di Makassar, Fort Rotterdam menjadi pusat pemerintahan serta perdagangan di Indonesia bagian timur. Di bagian dalam Fort Rotterdam didirikan rumah panggung khas Gowa yang merupakan kediaman Raja Gowa berserta keluarga. Saat ini sebagian besar gedung benteng tersebut masih utuh, bahkan menjadi salah satu objek wisata di tengah Kota Makassar. Selain wisata sejarah, Makassar rupanya memiliki lokasi wisata alam pegunungan yang tak kalah eksotis dengan Pantai Losari, ikon Makassar. Adalah wisata air terjun Bantimurung di Kabupaten Maros atau berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Makassar. Sebelum masuk, pengunjung diharuskan membeli karcis seharga Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.500 untuk anak-anak.(RMA/Tim Melancong Yuk) Sumber : http://www.liputan6.com |
| Rabu, 19 Maret 2008 - 14:57 wib SEMARANG - Proses seleksi terhadap pemain yang digelar PSIS Semarang sudah sebulan berlalu. Hingga kini, belum ada satu peserta seleksi pun yang direkomendasikan pelatih agar segera direkrut manajemen PSIS. Arsitek PSIS Semarang Edy "EP" Paryono meminta tim rekrutmen agar segera menyerahkan hasil tes 35 pemain peserta seleksi. Dengan begitu, EP berharap bisa segera merekomendasikan pemain-pemain yang memang pantas masuk skuad Mahesa Jenar musim ini. Dari gelagatnya, EP sepertinya tak ingin terlalu lama berkutat dengan proses seleksi. Mantan Pelatih Persipur Purwodadi ini beralasan, proses perekrutan pemain berkaitan erat dengan persiapan tim. "Lebih cepat tim rekrutmen menyerahkan hasilnya, itu akan jauh lebih baik. Dengan begitu, saya bisa segera tahu siapa-siapa saja yang pantas direkrut," ujar EP. Rabu (19/3/2008). Diharapkan, awal April mendatang kerangka tim sudah bisa terbentuk. Setidaknya, 60-70 persen peserta seleksi sudah deal dengan manajemen. Sedangkan sisanya, EP menyatakan, siap melengkapinya sambil jalan. "Minimal, April itu kerangka tim sudah ada. Jadi, kami sudah bisa melakukan latihan perdana sambil mencari tambahan pemain," jelasnya. Untuk sisanya, EP menginginkan pemain jadi. Artinya, EP tak ingin lagi merekrut pemain dengan cara seleksi seperti yang sudah dilakoninya selama ini. Namun, dia hanya akan memberikan kesempatan kepada pemain yang sudah punya nama dikancah Liga Indonesia (Ligina). Pelatih yang pernah membawa tim Kota Lumpia menjuarai Ligina musim 1998/1999 itu berharap, manajemen memberikan kesempatan kepadanya untuk mencari pemain asing. Sebab, untuk mampu bersaing dengan kontestan lain, tak cukup hanya mengandalkan pemain-pemain lokal. "Kalau tidak salah, 7-17 Mei nanti PSIS akan menggelar Piala Tugu Muda. Pesertanya adalah klub-klub besar yang sudah mapan, seperti Persik (Kediri), PSMS (Medan), Persija (Jakarta). Kalau tidak pakai pemain asing, PSIS hanya akan jadi bulan-bulanan klub-klub itu saja," cetus EP. Sementara itu, Manajer PSIS Yoyok Sukawi ketika dikonfirmasi seputar kabar tersebut belum bisa memberikan kepastian. Meski pemilik nama asli Alam Syah Sukawijaya itu membenarkan kabar tersebut. Saat ini, pihaknya masih disibukan dengan penggalangan dana dan upaya mencari sponsor. "Kami belum bisa memberikan kepastian soal itu. Sekarang kami sedang melakukan pendekatan dengan beberapa perusahaan sebagai sponsor dan salah satu stasiun televisi untuk siara langsungnya. Kalau keduanya ini deal, kami akan memberikan press release� secara resmi," terang Yoyok singkat. Sumber : http://bola.okezone.com(Agus Anggoro/Sindo/fmh) |
| Oleh Nina Herlina L. "Wij sluiten nu.Vaarwel, tot betere tijden. Leve de Koningin!" (Kami akhiri sekarang. Selamat berpisah sampai waktu yang lebih baik. Hidup Sang Ratu!). Demikian NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij/Maskapai Radio Siaran Hindia Belanda) mengakhiri siarannya pada tanggal 8 Maret 1942. Enam puluh enam tahun yang lalu, tepatnya 8 Maret 1942, penjajahan Belanda di Indonesia berakhir sudah. Rupanya "waktu yang lebih baik" dalam siaran terakhir NIROM itu tidak pernah ada karena sejak 8 Maret 1942 Indonesia diduduki Pemerintahan Militer Jepang hingga tahun 1945. Indonesia menjadi negara merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Masyarakat awam selalu mengatakan bahwa kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Benarkah demikian? Untuk ke sekian kalinya, harus ditegaskan bahwa "Tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun". Masyarakat memang tidak bisa disalahkan karena anggapan itu sudah tertulis dalam buku-buku pelajaran sejarah sejak Indonesia merdeka! Tidak bisa disalahkan juga ketika Bung Karno mengatakan, "Indonesia dijajah selama 350 tahun!" Sebab, ucapan ini hanya untuk membangkitkan semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia saat perang kemerdekaan (1946-1949) menghadapi Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Bung Karno menyatakan hal ini agaknya juga untuk meng-counter ucapan para penguasa Hindia Belanda. De Jong, misalnya, dengan arogan berkata, "Belanda sudah berkuasa 300 tahun dan masih akan berkuasa 300 tahun lagi!" Lalu Colijn yang dengan pongah berkoar, "Belanda tak akan tergoyahkan karena Belanda ini sekuat (Gunung) Mount Blanc di Alpen." Tulisan ini akan menjelaskan bahwa anggapan yang sudah menjadi mitos itu, tidak benar. Mari kita lihat sejak kapan kita (Indonesia) dijajah dan kapan pula penjajahan itu berakhir. Kedatangan penjajah Pada 1511, Portugis berhasil menguasai Malaka, sebuah emporium yang menghubungkan perdagangan dari India dan Cina. Dengan menguasai Malaka, Portugis berhasil mengendalikan perdagangan rempah-rempah seperti lada, cengkeh, pala, dan fuli dari Sumatra dan Maluku. Pada 1512, D`Albuquerque mengirim sebuah armada ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Dalam perjalanan itu mereka singgah di Banten, Sundakalapa, dan Cirebon. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara, akhirnya tiba juga di Ternate. Di Ternate, Portugis mendapat izin untuk membangun sebuah benteng. Portugis memantapkan kedudukannya di Maluku dan sempat meluaskan pendudukannya ke Timor. Dengan semboyan "gospel, glory, and gold" mereka juga sempat menyebarkan agama Katolik, terutama di Maluku. Waktu itu, Nusantara hanyalah merupakan salah satu mata rantai saja dalam dunia perdagangan milik Portugis yang menguasai separuh dunia ini (separuh lagi milik Spanyol) sejak dunia ini dibagi dua dalam Perjanjian Tordesillas tahun 1493. Portugis menguasai wilayah yang bukan Kristen dari 100 mil di sebelah barat Semenanjung Verde, terus ke timur melalui Goa di India, hingga kepulauan rempah-rempah Maluku. Sisanya (kecuali Eropa) dikuasai Spanyol. Sejak dasawarsa terakhir abad ke-16, para pelaut Belanda berhasil menemukan jalan dagang ke Asia yang dirahasiakan Portugis sejak awal abad ke-16. Pada 1595, sebuah perusahaan dagang Belanda yang bernama Compagnie van Verre membiayai sebuah ekspedisi dagang ke Nusantara. Ekpedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuh perjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasil mendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda di Nusantara. Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis de Houtman. Pada 1 Mei 1598, Perseroan Amsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis de Houtman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga para pedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten. Ketiga kapal kembali ke negerinya dengan muatan penuh. Sementara itu, kapal lainnya meneruskan perjalanannya sampai ke Maluku untuk mencari cengkih dan pala. Dengan semakin ramainya perdagangan di perairan Nusantara, persaingan dan konflik pun meningkat. Baik di antara sesama pedagang Belanda maupun dengan pedagang asing lainnya seperti Portugis dan Inggris. Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat ini, pada 1602 di Amsterdam dibentuklah suatu wadah yang merupakan perserikatan dari berbagai perusahaan dagang yang tersebar di enam kota di Belanda. Wadah itu diberi nama Verenigde Oost-Indische Compagnie (Serikat Perusahaan Hindia Timur) disingkat VOC. Pemerintah Kerajaan Belanda (dalam hal ini Staaten General), memberi "izin dagang" (octrooi) pada VOC. VOC boleh menjalankan perang dan diplomasi di Asia, bahkan merebut wilayah-wilayah yang dianggap strategis bagi perdagangannya. VOC juga boleh memiliki angkatan perang sendiri dan mata uang sendiri. Dikatakan juga bahwa octrooi itu selalu bisa diperpanjang setiap 21 tahun. Sejak itu hanya armada-armada dagang VOC yang boleh berdagang di Asia (monopoli perdagangan). Dengan kekuasaan yang besar ini, VOC akhirnya menjadi "negara dalam negara" dan dengan itu pula mulai dari masa Jan Pieterszoon Coen (1619-1623, 1627-1629) sampai masa Cornelis Speelman (1681-1684) menjadi Gubernur Jenderal VOC, kota-kota dagang di Nusantara yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah berhasil dikuasai VOC. Batavia (sekarang Jakarta) menjadi pusat kedudukan VOC sejak 1619, Ambon dikuasai tahun 1630. Beberapa kota pelabuhan di Pulau Jawa baru diserahkan Mataram kepada VOC antara tahun 1677-1705. Sementara di daerah pedalaman, raja-raja dan para bupati masih tetap berkuasa penuh. Peranan mereka hanya sebatas menjadi "tusschen personen" (perantara) penguasa VOC dan rakyat. "Power tends to Corrupt." Demikian kata Lord Acton, sejarawan Inggris terkemuka. VOC memiliki kekuasaan yang besar dan lama, VOC pun mengalami apa yang dikatakan Lord Acton. Pada 1799, secara resmi VOC dibubarkan akibat korupsi yang parah mulai dari "cacing cau" hingga Gubernur Jenderalnya. Pemerintah Belanda lalu menyita semua aset VOC untuk membayar utang-utangnya, termasuk wilayah-wilayah yang dikuasainya di Indonesia, seperti kota-kota pelabuhan penting dan pantai utara Pulau Jawa. Selama satu abad kemudian, Hindia Belanda berusaha melakukan konsolidasi kekuasaannya mulai dari Sabang-Merauke. Namun, tentu saja tidak mudah. Berbagai perang melawan kolonialisme muncul seperti Perang Padri (1821-1837), Perang Diponegoro (1825-1830), Perang Aceh (1873-1907), Perang di Jambi (1833-1907), Perang di Lampung (1834-1856), Perang di Lombok (1843-1894), Perang Puputan di Bali (1846-1908), Perang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (1852-1908), Perlawanan di Sumatra Utara (1872-1904), Perang di Tanah Batak (1878-1907), dan Perang Aceh (1873-1912). Peperangan di seluruh Nusantara itu baru berakhir dengan berakhirnya Perang Aceh. Jadi baru setelah tahun 1912, Belanda benar-benar menjajah seluruh wilayah yang kemudian menjadi wilayah Republik Indonesia (kecuali Timor Timur). Jangan lupa pula bahwa antara 1811-1816, Pemerintah Hindia Belanda sempat diselingi oleh pemerintahan interregnum (pengantara) Inggris di bawah Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles. Saat-saat akhir Pada 7 Desember 1941, Angkatan Udara Jepang di bawah pimpinan Laksamana Nagano melancarkan serangan mendadak ke pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbour, Hawaii. Akibat serangan itu kekuatan angkatan laut AS di Timur Jauh lumpuh. AS pun menyatakan perang terhadap Jepang. Demikian pula Belanda sebagai salah satu sekutu AS menyatakan perang terhadap Jepang. Pada 18 Desember 1941, pukul 06.30, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer melalui radio menyatakan perang terhadap Jepang. Pernyataan perang tersebut kemudian direspons oleh Jepang dengan menyatakan perang juga terhadap Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1942. Setelah armada Sekutu dapat dihancurkan dalam pertempuran di Laut Jawa maka dengan mudah pasukan Jepang mendarat di beberapa tempat di pantai utara Pulau Jawa. Pemerintah Kolonial Hindia Belanda memusatkan pertahanannya di sekitar pegunungan Bandung. Pada waktu itu kekuatan militer Hindia Belanda di Jawa berjumlah empat Divisi atau sekitar 40.000 prajurit termasuk pasukan Inggris, AS, dan Australia. Pasukan itu di bawah komando pasukan sekutu yang markas besarnya di Lembang dan Panglimanya ialah Letjen H. Ter Poorten dari Tentara Hindia Belanda (KNIL). Selanjutnya kedudukan Pemerintah Kolonial Belanda dipindahkan dari Batavia (Jakarta) ke Kota Bandung. Pasukan Jepang yang mendarat di Eretan Wetan adalah Detasemen Syoji. Pada saat itu satu detasemen pimpinannya berkekuatan 5.000 prajurit yang khusus ditugasi untuk merebut Kota Bandung. Satu batalion bergerak ke arah selatan melalui Anjatan, satu batalion ke arah barat melalui Pamanukan, dan sebagian pasukan melalui Sungai Cipunagara. Batalion Wakamatsu dapat merebut lapangan terbang Kalijati tanpa perlawanan berarti dari Angkatan Udara Inggris yang menjaga lapangan terbang itu. Pada 5 Maret 1942, seluruh detasemen tentara Jepang yang ada di Kalijati disiapkan untuk menggempur pertahanan Belanda di Ciater dan selanjutnya menyerbu Bandung. Akibat serbuan itu tentara Belanda dari Ciater mundur ke Lembang yang dijadikan benteng terakhir pertahanan Belanda. Pada 6 Maret 1942, Panglima Angkatan Darat Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten memerintahkan Komandan Pertahanan Bandung Mayor Jenderal J. J. Pesman agar tidak mengadakan pertempuran di Bandung dan menyarankan mengadakan perundingan mengenai penyerahan pasukan yang berada di garis Utara-Selatan yang melalui Purwakarta dan Sumedang. Menurut Jenderal Ter Poorten, Bandung pada saat itu padat oleh penduduk sipil, wanita, dan anak-anak, dan apabila terjadi pertempuran maka banyak dari mereka yang akan jadi korban. Pada 7 Maret 1942 sore hari, Lembang jatuh ke tangan tentara Jepang. Mayjen J. J. Pesman mengirim utusan ke Lembang untuk merundingkan masalah itu. Kolonel Syoji menjawab bahwa untuk perundingan itu harus dilakukan di Gedung Isola (sekarang gedung Rektorat UPI Bandung). Sementara itu, Jenderal Imamura yang telah dihubungi Kolonel Syoji segera memerintahkan kepada bawahannya agar mengadakan kontak dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer untuk mengadakan perundingan di Subang pada 8 Maret 1942 pagi. Akan tetapi, Letnan Jenderal Ter Poorten meminta Gubernur Jenderal agar usul itu ditolak. Jenderal Imamura mengeluarkan peringatan bahwa "Bila pada 8 Maret 1942 pukul 10.00 pagi para pembesar Belanda belum juga berangkat ke Kalijati maka Bandung akan dibom sampai hancur." Sebagai bukti bahwa ancaman itu bukan sekadar gertakan, di atas Kota Bandung tampak pesawat-pesawat pembom Jepang dalam jumlah besar siap untuk melaksanakan tugasnya. Melihat kenyataan itu, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda beserta para pembesar tentara Belanda lainnya berangkat ke Kalijati sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Pada mulanya Jenderal Ter Poorten hanya bersedia menyampaikan kapitulasi Bandung. Namun, karena Jenderal Imamura menolak usulan itu dan akan melaksanakan ultimatumnya. Akhirnya, Letnan Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda menyerahkan seluruh wilayah Hindia Belanda kepada Jepang tanpa syarat. Keesokan harinya, 9 Maret 1942 pukul 08.00 dalam siaran radio Bandung, terdengar perintah Jenderal Ter Poorten kepada seluruh pasukannya untuk menghentikan segala peperangan dan melakukan kapitulasi tanpa syarat. Itulah akhir kisah penjajahan Belanda. Setelah itu Jepang pun menduduki Indonesia hingga akhirnya merdeka 17 Agustus 1945. Jepang hanya berkuasa tiga tahun lima bulan delapan hari. Analisis Berdasarkan uraian di atas, kita bisa menghitung berapa lama sesungguhnya Indonesia dijajah Belanda. Kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya 346 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang. Itu pun gagal mendapat izin dagang. Tahun 1613-1645, Sultan Agung dari Mataram, adalah raja besar yang menguasai seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, dan Blambangan. Jadi, tidak bisa dikatakan Belanda sudah menjajah Pulau Jawa (yang menjadi bagian Indonesia kemudian). Selama seratus tahun dari mulai terbentuknya Hindia Belanda pascakeruntuhan VOC (dengan dipotong masa penjajahan Inggris selama 5 tahun), Belanda harus berusaha keras menaklukkan berbagai wilayah di Nusantara hingga terciptanya Pax Neerlandica. Namun, demikian hingga akhir abad ke-19, beberapa kerajaan di Bali, dan awal abad ke-20, beberapa kerajaan di Nusa Tenggara Timur, masih mengadakan perjanjian sebagai negara bebas (secara hukum internasional) dengan Belanda. Jangan pula dilupakan hingga sekarang Aceh menolak disamakan dengan Jawa karena hingga 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja. Kesimpulannya, tidak benar kita dijajah Belanda selama 350 tahun. Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai seluruh Nusantara. *** Penulis, Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad/Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat/Ketua Pusat Kebudayaan Sunda Fakultas Sastra Unpad. Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=14579 |
| Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Karesidenan adalah sebuah pembagian administratif dalam sebuah provinsi di Hindia Belanda dan kemudian Indonesia hingga tahun 1950-an. Sebuah karesidenan terdiri atas beberapa afdeeling (kabupaten). Tidak di semua provinsi di Indonesia pernah ada karesidenan. Hanya di pulau Jawa, Sumatra, Bali, Lombok dan Sulawesi saja. Biasanya ini daerah-daerah yang penduduknya banyak.
Kata karesidenan berasal dari Bahasa Belanda Residentie. Sebuah karesidenan dikepalai oleh residen, yang berasal dari Bahasa Belanda Resident.
Semenjak krisis pada tahun 1950-an, sudah tidak ada karesidenan lagi dan yang muncul faktor kekuasaannya adalah kabupaten. Karesidenan kemudian dikenal dengan istilah "Pembantu Gubernur" (istilah ini sekarang tidak digunakan lagi). Namun demikian, sebutan "eks-karesidenan" masih dipakai secara informal.
Sebuah sisa pemakaian karesidenan adalah tanda kendaraan bermotor (pelat nomor). Pembagiannya, terutama di pulau Jawa masih banyak berdasarkan karesidenan.
Karesidenan Banyumas
Karesidenan Banyumas atau Eks.Karesidenan Banyumas adalah wilayah pemerintahan masa Hindia Belanda yang saat ini meliputi Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara.
Karesidenan Pekalongan Meliputi Kodya/Kabupaten. : Pekalongan, Tegal, Brebes |
| |